Memang, demi menjaga keamanan data di perusahaan, biasanya divisi TI memberlakukan berbagai peraturan khusus. Hal ini mungkin bukan masalah jika para karyawan hanya menggunakan komputer desktop yang ada di kantor.
Namun kini berbeda, menurut Symantec banyak karyawan yang sudah menggunakan gadget untuk mengakses data perusahaan. Terutama mereka yang bekerja secara mobile.
"Perusahaan sudah tak bisa lagi membatasi perangkat yang diizinkan untuk mengakses jaringan mereka. Justru tantangan mereka adalah bagaimana cara untuk mengamankan akses data tersebut," kata Raymond Goh, Senior Director System Engineering Asia South Region, Symantec.
Namun dari berbagai perangkat yang biasa dipakai untuk mengakses jaringan di perusahaan, tantangan terbesar justru datang dari Android, bukan iOS atau BlackBerry.
"Kalau BlackBerry perusahaan tak perlu repot, karena sistem keamanannya sudah dikelola oleh Research In Motion (RIM) melalui BlackBerry Enterprise Services (BES). Kalau iOS, sedikit lebih ketat karena hanya bisa menginstal melalui iTunes. Kalau Android? Wow!" tambah Raymond.
Menurut Symantec Android punya banyak sekali celah. Mulai dari sifatnya yang terbuka, mudahnya instal aplikasi dari berbagai sumber dan lainnya. Hal inilah yang kadang dimanfaatkan peretas usil untuk melancarkan aksinya.
"Mau tidak mau kecolongan, divisi TI harus membuat kebijakan yang berlaku di lintas platform," tandas Raymond di Le Meriden Hotel, Kamis (31/5/2012).
( eno / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
31 May, 2012
-
Source: http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/590267/s/1fe1e709/l/0Linet0Bdetik0N0Cread0C20A120C0A50C310C1745130C19297420C3230Candroid0Ebikin0Epekerja0Eti0Emakin0Esibuk/story01.htm
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com


0 komentar:
Posting Komentar
SIlakan sampaikan komentar anda dengan sopan dan jangan spam.